BAB I :

Pendahuluan

 

Latar Belakang

Rasa cinta memang bisa timbul di mana saja dan kapan saja. Cinta lebih mudah datang dari yang dekat-dekat. Karena dekat seseorang bisa lebih sering bertemu. Karena dekat seseorang bisa lebih cepat terbiasa dan jadi suka. Karena dekat seseorang bisa lebih mudah untuk bersama, dan karena dekat, cinta pun lebih mudah untuk melekat. Rasa suka yang kemudian tumbuh menjadi sebuah rasa cinta karena faktor jarak, sering disebut cinta lokasi. Sama seperti para selebriti yang kepincut dengan lawan mainya atau pasangan duetnya. Seperti Pasangan pesinetron Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu. Selain mereka, juga ada pasangan Laudya Chintya Bella dan Chico Jericho, dan Derby dengan Gita Gutawa  kemudian dengan Febby Rastanty. Tapi, namanya juga cinta lokasi alias cinta yang tumbuh karena dikondisikan oleh kebersamaan yang terjadi dalam waktu tertentu, hubungan cinta yang dihasilkannya pun biasanya tak langgeng.

Namun hal ini tidak menutup kemungkinan seseorang bisa menemukan jodohnya di tempat kerja. Seperti beberapa selebriti misalnya. Tak hanya memadu kasih sebagai pasangan dalam taraf pacaran. Ada juga beberapa selebriti yang jodohnya ditemukan di lokasi syuting atau di atas panggung, seperti pasangan Atalarik Syah dengan Tsania Marwa dan penyanyi Anang Hermansyah yang kepincut oleh teman duetnya Ashanty. Lalu apa itu cinta? Bagaimana rasa cinta itu tumbuh? Proses apa saja yang terjadi dalam menjalin relasi dengan orang yang kita cintai ?

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi timbulnya rasa cinta antara pria dan wanita, diataranya adalah cinta karena persahabatan dengan lawan jenis, cinta karena pandangan pertama, cinta hadir karena adanya pihak ketiga (mak comblang ), dan cinta merekah karena kemajuan teknologi.

Dalam makalah ini, penulis akan membahas mengenai latar belakang timbulnya cinta karena persahabatan/pertemanan, secara khusus karena adanya kedekatan jarak yang juga sering manjadi awal dari persahabatan. Hadirnya cinta dalam jalinan persahabatan bukan hal yang aneh. Jalinan persahabatan antar teman berlawanan jenis menjadikan cinta yang mereka rasakan adalah sebuah cinta yang berawal dari kebersamaan dalam melakukan aktivitas (teman sekelas, teman organisasi, teman sekantor, dsb). Jadi cinta yang akan dibahas adalah cinta karena faktor jarak atau lebih dikenal dengan “cinta lokasi”.

BAB II :

Tinjauan Pustaka

Banyak ahli menyebutkan bahwa cinta merupakan salah satu emosi dasar yang dimiliki manusia, selain marah, bahagia, sedih, terkejut, jijik dan takut.  Tidak ada manusia normal yang tidak mengalami cinta dalam hidupnya. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa pada saat masih bayi, cinta sudah dirasakan.

Anak-anak umur 3,5 tahun sudah bisa mengalami cinta yang penuh hasrat. Banyak yang masih ingat, pada saat masih sekolah dasar dulu telah mengalami jatuh cinta. Mereka begitu merindukan seseorang, bila bertemu hati berdegup kencang, dan senang sekali bisa melihatnya. Pendek kata, mereka telah jatuh cinta pada saat masih begitu muda.

Jatuh cinta  merupakan sebuah rasa yang tak pernah diduga-duga kedatangannya. Keinginan untuk jatuh cinta tak bisa diatur-atur, karena hal itu timbul begitu saja mengikuti pilihan hati seseorang.Perasaan cinta berhasrat itu (passionate), semakin menjadi-jadi pada saat seseorang anak beranjak puber, dan berbeda bentuk dengan cinta pada orang dewasa. Ini yang membuat orang berkesimpulan bahwa cinta sudah ada dalam gen manusia. Merupakan hal alamiah seseorang memiliki cinta. Cinta yang dialami seseorang pada saat dewasa diketahui tergantung pada tipe kelekatan yang dimiliki saat orang itu masih kecil.

Attraction and Intimacy : liking and Loving others

Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki kebutuhan untuk memiliki (need to belong). Kebutuhan ini merupakan suatu motivasi untuk terikat dengan orang lain dalam suatu hubungan interaksi yang positif secara terus-menerus.

  1. A.   INTERPERSONAL ATTRACTION

Orang menjalin relasi karena kebutuhan untuk berafiliasi. Ada 2 alasan seseorang berafiliasi yaitu Comparation : Kita berinteraksi dengan orang lain untuk dapat membandingkan apakah kita sama dengan orang itu/tidak, apakah kita lebih baik dari orang itu/tidak; dan Exchange : Mencari orang lain yang bisa memenuhi kebutuhan akan rasa nyaman. Berikut faktor-faktor yang membuat orang menjalani persahabatan dan attraksi antara lain : Proximity, Physical Attractiveness, Similarity, Liking Those Who Like Us, dan Relationship Rewards

 

 

 

      Proximity (Kedekatan Secara Geografis)

Kedekatan (proximity) merupakan prediktor yang kuat dalam menentukan pertemanan/persahabatan. Walaupun kelihatannya sepele untuk dijadikan sebagai pondasi terbentukya cinta romantis (romantic love), namun ahli sosiologi menemukan bahwa kebanyakan orang menikah dengan seseorang yang tinggal di daerah yang sama, atau bekerja di tempat yang sama, berada di kelas yang sama, atau memiliki tempat favorit yang sama. tidak hanya menimbulkan rasa suka, kedekatan dapat juga menimbulkan kebencian. Namun, orang yamg sering berinteraksi lebih mungkin menjadi teman baik daripada musuh. Interksi memungkinkan orang untuk mengekplorasi kesamaan mereka, merasakan saling menyukai satu sama lain, dan untuk melihat diri sebagai unit sosial.

      Physical Attractiveness

            Daya tarik fisik ternyata sangat berpengaruh dalam attraksi individu. Misalnya,  daya tarik fisik wanita muda merupakan tolak ukur yang cukup baik dalam prediksi seberapa sering wanita muda berkencan. Dalam Physical Attractiveness terdapat matching  phenomenon yaitu kecenderungan orang untuk  mencari pasangan yang sebanding dalam daya tarik dan sifat lain (Sepadan). Orang cenderung memilih sesorang yang sepadan (good match)  sebagai teman, khususya untuk menikah, bukan hanya berdasarkan tingkat kecerdasan, tetapi juga berdasarkan tingkat daya tariknya.

      Similarity vs Complementary

            Persamaan dapat memunculkan kesan. Donn Byrne melakukan penellitian dan menemukan bahwa semakin mirip sikap seseorang dengan kita, semakin menyenangkan orang tersebut bagi kita. Ketika orang lain berpikir sama seperti kita, kita tidak hanya menghargai sikap mereka, tetapi juga menyimpulkan secara positif karakter mereka.  Begitu juga sebaliknya, ketika kita menemukan seseorang yang sikapnya berbeda dengan kita, kita bisa tidak menyukai orang tersebut. Dengan kata lain, perbedaan berpotensi menimbulkan konflik.

                 Dalam kenyataannya, tidak menutup kemungkinan bahwa kita akan menemukan dimana perbedaan menimbulkan rasa suka (liking). Hal ini disebut complementary, yaitu kecenderungan dalam relasi dimana salah seorang melengkapi apa yang hilang dari seseorang yang lain. Perbedaan mendekatkan jika seseorang berpikir bahwa perbedaan itu penting dan bisa melengkapi kekurangannya. Dalam hal ini, ia akan menerima orang lain yang berbeda tersebut.

 

 

      Liking Those Who Like Us

                 Sebuah fenomena yang biasa terjadi adalah menyukai orang yang menyukai kita. Dengan kata lain kita menyukai orang lain karena orang tersbut menyukai kita. Kita menyukai orang yang bersikap positif dengan kita.

      Relationship Rewards

                 Kita tertarik pada orang lain yang membuat kita senang dan bahagia. Biasanya diekspresikan dengan “saya senang dengan dia, karena dia membuat saya senang”. Berdasarkan reward theory of attraction, kita menyukai orang yang perilakunya bermanfaat/menguntungkan, atau dengannya kita terhubung dengan peristiwa yang menguntungkan. 

            Selain itu, ada beberapa karakteristik situasi yang mendorong “ketertarikan” dan keinginan untuk berinteraksi, yaitu:

©      Proximility : Cenderung berteman dengan orang dekat (satu lokasi),

©      Familirity : Bertemu dengan orang yang sering anda temui,

©      Anxiety : Saat cemas , semakin cemas, keinginan untuk bersama dengan orang lain meningkat.

 

  1. B.   INTIMATE RELATIONSHIP

            Intimacy merupakan proses berbagi secara mendalam dengan orang lain. Intimate Relationship adalah kebersamaan yang unik di anatara dua individu yang unik.

            Dalam  Intimate Relationship terdapat close relationship antara dua orang yang melibatkan :

  1. Pengahyatan emosioanl, perasaan mengasihi, dan cinta,
  2. Pemenuhan kebutuhan psikologis diantara pasangan , seperti berbagai perasaan dan saling memperkuat,
  3. Saling ketergantungan antar individu , masing masing memiliki pengaruh kuat terhadap yang lain,
  4. Ada upaya bikin tenang, dan nyaman,
  5. Saling melengkapi satu sama lain.

           

            Selain itu, Intimate Relationship juga melibatkan self yang lebih kuat dengan cara menyertakan orang lain didalam self dan Sharing tentang apapun yang sifatsanya sangat pribadi kepada pasangan intimnya. Beberapa ciri- ciri intimate relationship ialah melibatkan daya tarik seksual/romantis, perasaan cinta/sayang dan pernikahan. Berikut faktor-faktor yang dapat membuat orang dapat menjalin relasi secara intim :

      Attachment

            Attachment  adalah ikatan emosional yang kuat yang didapat dari pengasuh pada awal kehidupan. Relasi emosi sejak bayi mempengaruhi bagaimana hubungan kedekatan seseorang dengan orang lain pada saat dewasa.

      Equity

            Seseorang paling merasakan puas dalam suatu relasi ketika rasio antara keuntungan dan kontribusi seimbang kedua belah pihak. Dalam hal ini, bukan equity pada kedua pihak yang dihitung tapi keseimbangan (Keseimbangan apa yang diberikan dan diterima).

Keuntungan A : Kontribusi A = Keuntungan B : Kontribusi B

Catatan : Jika proporsinya yang diterima sama/sesuai dengan yang diberikan maka dikatakan seimbang.

      Self-disclosure

            Self-disclosure adalah keterbukaan diri yang dilakukan seseorang terhadap yang lain. Hal ini akan memebuat seseorang menjalani komunikasi yang terbuka, dan itu akan mempererat relasi intim mereka. Self-disclosure merupakan bentuk komunikasi antara satu dengan yang lain untuk lebih mengenal orang lain. Dalam self-disclosure terjadi social penetration,  yaitu  suatu relasi akan bergerak dari taraf yang superficial menuju ke keadaan yang lebih intim. Semakin dalam suatu relasi, pertukarannya akan semakin luas, dan orang akan semakin melibatkan area hidup yang lebih banyak dan lebih mendalam, sehingga semakin dalam pula self disclosurenya.

 

            Pandangan tentang proses pembentukan intimate relationship :

y       Attraction to love

            Relasi intim berkembang melalui serangkaian tahapan spesifik dalam aturan yang spesifik. Perasaan berkembang dari kesamaan nilai dan keyakinan. Komitmen didasarkan pada keberhasilan pembagian peran dalam relasi yang dibina.

y       Social Exchange

            Prinsipnya adalah orang akan termotivasi untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan cost dalam relasi yang dibina. Pasangan yang masing-masing merasakan reward lebih besar dariapda cost di dalam relasi mereka, merasakan kepuasan berlerasi yang lebih tinggi, sehingga relasinya cenderung bertahan lebih lama.

y       Perception of Reward and Cost

            Orang seringkali berasumsi bahwa apa yang mereka anggap sebagai reward, merupakan reward pula bagi orang lain. Dalam pasangan seringkali satu pihak lebih memperhatikan kontribuksinya dalam relasi daripada memperhatikan kontribusi pasangannya.

y       Equity

Seseorang paling merasakan puas dalam suatu relasi ketika rasio antara keuntungan dan kontribusi seimbang kedua belah pihak (Keseimbangan apa yang diberikan dan diterima).

Keuntungan A : Kontribusi A = Keuntungan B : Kontribusi B

y       Self  Disclosure

Bentuk komunikasi antara satu dengan yang lain untuk lebih mengenal dirinya (self disclosure). Bentuknya adalah keterbukaan diri. Keterbukaan diri yang dilakukan seseorang akan memebuat seseorang menjalani komunikasi yang terbuka, dan itu akan mempererat relasi mereka.


 

BAB III :

Pembahasan

Pengertian Cinta

Banyak ahli menyebutkan bahwa cinta merupakan salah satu emosi dasar yang dimiliki manusia, selain marah, bahagia, sedih, terkejut, jijik dan takut.  Tidak ada manusia normal yang tidak mengalami cinta dalam hidupnya. Dengan kata lain, cinta merupakan hal yang normal, bahkan remaja seringkali bertanya-tanya apakah dirinya normal. Cinta juga menambah keceriaan dalam kehidupan manusia dan penuh dengan nuansa emosi dan perasaan.

Pengertian cinta itu sendiri sulit dibedakan batasan ataupun pengertiannya, karena cinta merupakan salah satu bentuk emosi dan perasaan yang dimiliki individu. Dan sifatnya pun subyektif sehingga setiap individu akan mempunyai makna yang berbeda tergantung pada penghayatan serta pengalamannya. Pengalaman bisa hasil observasi dari individu atau mungkin pengaruh Attachment, yaitu  ikatan emosional yang kuat yang didapat dari pengasuh pada awal kehidupan.

Latar Belakang Timbulnya Rasa Cinta

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi timbulnya rasa cinta antara pria dan wanita, yaitu:

      Cinta karena persahabatan dengan lawan jenis.

Jalinan persahabatan antar teman berlawanan jenis menjadikan cinta yang mereka rasakan adalah sebuah cinta yang berawal dari kebersamaan dalam melakukan aktivitas (teman sekelas, teman organisasi, teman sekantor, dsb). Sesuai dengan teori kedekatan (proximity), dimana interaksi memungkinkan orang untuk mengekplorasi kesamaan mereka, merasakan saling menyukai satu sama lain. Kenyataan memang tak bisa dihindari, setiap hari setiap saat mata dan hati si pelaku cinta ada bersama sahabatnya, tak pelak lagi, cinta pun bisa hadir. Jatuh cinta yang dilatarbelakangi oleh persahabatan adalah jatuh cinta yang hadir karena pengenalan kepribadian yang didukung oleh adanya self-disclosure (keterbukaan diri) yang dilakukan seseorang terhadap yang lain.

      Cinta karena pandangan pertama.

Daya tarik fisik ternyata sangat berpengaruh dalam attraksi individu (Physical Attractiveness). Yang menjadi fokus dari cinta ini adalah wajah. Saat pertama mata menatap, saat itulah ada sesuatu yang terjadi di dalam hati. Yang awalnya tidak disadari kalau itu adalah perasaan cinta, namun kelamaan ternyata terjadi kontak di mana ada rasa ketertarikan, kemudian timbul perasaan ingin dekat sampai akhirnya tak bisa membendung ungkapan cintanya lagi.

      Hadir karena adanya pihak ketiga (Mak comblang ).

Mak comblang  di abad ini masih sangat diperlukan, khususnya untuk mereka yang kurang bisa dalam bergaul atau menutup diri terhadap sebuah perkenalan, bisa jadi karena kurang percaya diri. Pihak ketiga ini, selain orangtua, biasanya saudara atau teman/sahabat. Biasanya mereka diperkenalkan pertama lewat telepon, kemudian setelah berapa lama terjadi komunikasi di antara mereka, fase selanjutnya adalah pertemuan. Nah, saat pertemuan inilah menjadi proses pengenalan lebih jauh – secara fisik, secara nyata dia ada di hadapan.

      Cinta merekah karena kemajuan teknologi.

Kemajuan zaman tidak saja menjadi sebuah pemikiran yang logis tapi juga mengarah pada perubahan sistem dan nilai serta budaya dalam kehidupan anggota masyarakatnya. Sekarang, segala kemudahan kian marak di dapat. Ponsel, dan internet menjadi semacam hal yang biasa. Itu pula yang sekarang menjadi bagian dari upaya pencarian pasangan oleh para pelaku cinta. Chatting  misalnya. Umumnya awal dari chatting adalah sebuah perkenalan biasa – masuk dalam sebuah room pada sebuah website, kemudian menegur salah seorang anggotanya, terjadilah percakapan singkat/perkenalan “hi may I know you?”Selanjutnya percakapan lewat media ini pun berlanjut.

Pengaruh/Dampak Cinta

Dapat merasakan indahnya jatuh cinta memang terasa menyenangkan. Rasa bahagia, senang, dan tak menentu bercampur aduk menjadi satu, saat seseorang tengah dilanda cinta. Dampak cinta itu sendiri bisa  merubah perilaku yang progesif. Perasaan cinta kadang memotifasi seseorang untuk bertingkah laku lebih baik , perubahan perilaku regresif yaitu perasaan yang selalu tergantung pada orang lain, belajar mengenal dan menerima orang lain ( kelebihan dan kekurangan serta perbedaan yang ada), banyak berfantasi (melamun).

                 Perilaku regresif (tergantung pada orang lain) menggambarkan adanya kecemasan (Anxiety) pada individu tersebut. Semakin cemas, keinginan untuk bersama dengan orang lain meningkat. Karena itu individu tersebut butuh berinteraksi, dan biasanya relasi intim akan memberi kenyamanan lebih padanya. Proses ini disebut  Exchange, yaitu mencari orang lain yang bisa memenuhi kebutuhan akan rasa nyaman.

Dalam menjalin relasi pasti ada perbedaan dimana kita akan menemukan perbedaan tersebut menimbulkan rasa suka (liking). Dalam relasi ini terdapat proses saling menerima kelebihan dan kekurangan serta perbedaan yang ada. Hal ini disebut complementary, yaitu kecenderungan dalam relasi dimana salah seorang melengkapi apa yang hilang dari seseorang yang lain.

 

Cinta lokasi

Selain dapat menimpa siapa pun, jatuh cinta juga dapat terjadi di mana saja. Salah satu contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari adalah jatuh cinta dalam lokasi yang sama atau dikenal dengan istilah cinta lokasi (cinlok). Biasanya cinta yang muncul dalam kasus “cinlok” disebabkan oleh faktor kedekatan (proximity). Kedekatan inilah yang akan dijadikan sebagai pondasi terbentukya cinta romantis (romantic love). Cinta lokasi bisa terjadi pada beberapa tempat di bawah ini, seperti : 

  1. 1.      Lokasi syuting

Cinta di lokasi syuting biasanya terjadi pada kaum artis yang karena pekerjaannya selalu berada di lokasi syuting. Biasanya terjadi pada artis – artis yang sedang melakoni satu produksi film atau sinetron. Intensitas yang setiap hari bertemu dan bahkan beradu acting dalam satu scene menyebabkan benih–benih cinta tumbuh di antara mereka. Bahkan ada pula yang mengalami cinta lokasi karena perannya sebagai pasangan kekasih atau suami istri di film tersebut. Cinta lokasi di lokasi syuting ini biasanya sifatnya non permanen alias cuma sekedar iseng. Namun tidak sedikit pula pernikahan langgeng para selebritis yang berawal dari cinta lokasi.  

2.  Kampus

Kampus selain sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan juga berpotensi sebagai salah satu tempat yang dapat menumbuhkan cinta lokasi. Cinta lokasi di kampus biasanya terjadi pada mahasiswa junior dengan kakak kelasnya (senior), biasanya terjadi pada masa–masa ospek. Atau sering pula terjadi juga pada sesama mahasiswa seangkatan. Suka duka masa ospek kerap kali menimbulkan cinta lokasi di kampus. Cinta ini biasanya lebih bersifat sebagai penyemangat kuliah.

 

3.  Kantor

Cinta lokasi bisa juga terjadi di kantor. Sesama pegawai kantor, atau antara karyawan dengan atasan. Dalam hal cinta lokasi di kantor ini biasanya sudah dalam tahap cinta lokasi yang dewasa, dalam arti bukan sekedar cinta buta. Cinta lokasi di kantor biasanya akan berujung pada tahap yang lebih serius yaitu pernikahan. 

Cinta lokasi juga bisa terjadi di tempat sekolah, misalnya anak SMA, mereka menjalin cinta kasih di sekolah, sungguh masa-masa disekolah itu adalah masa yang sangat menyenangkan, apalagi diiringi dengan cinta kasih, tentu saja hal itu akan sulit untuk dilupakan. Masa-masa romance di sekolah biasanya tidak berlangsung lama. mereka menjalin kasih untuk beberapa bulan kemudian itu dikarenakan karena umur mereka yang masih cukup muda untuk menjalani hubungan yang serius. Tempat-tempat ini hanya perwakilan dari beberapa tempat yang populer dari timbulnya perasaan seseorang.

Banyak anak muda yang menamakan cinta lokasi adalah sesuatu hal yang istimewa, karena yang dinamakan dengan Cinlok adalah cinta yang dimulai karena suatu hubungan yang timbul dalam sebuah situasi dan tempat yang sama (faktor jarak), dimana mereka selalu dipertemukan ditempat tersebut sehingga terjadi yang namanya cinta lokasi. Cinta lokasi itu banyak yang terjadi dikalangan anak-anak muda tetapi tidak menutup kemungkinan para usia dewasa juga bisa mengalami hal tersebut.

Kondisi ini disebabkan intensitas pertemuan (Familirity) yang sering terjadi dan jalinan komunikasi yang sangat erat. Tanpa menunggu waktu lama, perasaan ini pun membuat keduanya jadi kian dekat sehingga memutuskan untuk membina tali asmara. 

Berawal dari saling berbagi banyak hal dengan rekannya yang dianggap bisa mengerti dan memahami keadaan masing-masing (self-disclosure), akhirnya berlanjut ke arah hubungan yang lebih serius lagi (social penetration). Katakana saja bermula dari teman dekat tapi mesra yang populer dengan istilah “TTM” lama-kelaman menjadi pacar sesungguhnya atau pacar gelap atau teman selimgkuhan saja. Lokasi bias dimana saja, entah di kantor, tempat syuting, atau pekemahan dan lain sebagainya. Ada juga yang benar-benar karena lokasi saja, artinya cinta itu hanya berlangsung di tempat itu dan berakhir di tempat itu juga.

Cinta lokasi di lingkungan kerja banyak yang berawal dari tugas-tugas kantor yang “memaksa” dua orang karyawan untuk lebih sering untuk bersama(Familirity). Karena kebersamaan ini keduanya pun seperti punya kedekatan emosi yang lama-lama bisa berubah menjadi rasa suka. Kedekatan emosi ini merupakan salah satu dimensi yang terlibat dalam Intimate Relationship.

Cinta lokasi biasanya tidak bertahan lama, mungkin disebabkan karena pertemuan yang sangat singkat. Hal itu yang membuat masing-masing pasangan tidak saling mengenal terlalu jauh dan terlalu dalam sehingga memicu keretakan dalam suatau hubungan. Mereka yang mengalami cinta lokasi sangat bahagia ketika diawal-awal kisah mereka dimulai, tetapi berakhir kemudian dalam waktu yang tidak lama.

 

 


 

BAB IV :

Kesimpulan

 

Cinta lokasi adalah cinta yang dimulai karena suatu hubungan yang timbul dalam sebuah situasi dan tempat yang sama (faktor jarak), dimana mereka selalu dipertemukan ditempat tersebut. Tempat yang sering disebut-sebut sebagai media cinlok adalah lokasi kerja (kantor dan lokasi syuting), sekolah (kampus), dan tempat rekreasi.

Biasanya cinta yang muncul dalam kasus “cinlok” disebabkan oleh faktor kedekatan (proximity) dan intensitas pertemuan (Familirity). Kedua faktor ini akan memungkinkan terjadinya interaksi secara terus-menerus, sehingga komunikasi terus terjadi. Berawal dari saling berbagi banyak hal dengan rekannya yang dianggap bisa mengerti dan memahami keadaan masing-masing. Dalam hal ini, self disclosure telah terbentuk dan akhirnya berlanjut ke arah hubungan yang lebih serius lagi. Kebersamaan dan keterbukaan ini membentuk kedekatan emosi yang lama-lama bisa berubah menjadi rasa suka. Kedekatan emosi ini merupakan salah satu dimensi yang terlibat dalam Intimate Relationship. Cinta lokasi tumbuh karena dikondisikan oleh kebersamaan yang terjadi dalam waktu tertentu, hubungan cinta yang dihasilkannya pun biasanya tak langgeng. Mungkin disebabkan karena pertemuan yang sangat singkat. Hal itu yang membuat masing-masing pasangan tidak saling mengenal terlalu jauh dan terlalu dalam sehingga memicu keretakan dalam suatau hubungan.


 

Daftar Pustaka

 

post : at 02:04 Selasa, 06 Maret 2012,

diunduh : Senin, 12 Maret 2012, Pukul 17.00 WIB.

Ø  Part II, Latar Belakang Kehadiran Cinta

http://virtualwebsite.org/artikel-dan-tutorial/psikologi-terapan/99-part-ii-latar-belakang-kehadiran-cinta.html#.T13WWYEaOEw

diunduh : Senin, 12 Maret 2012, Pukul 17.30 WIB.

diunduh : Senin, 12 Maret 2012, Pukul 18.00 WIB.